Kenali apa itu saham biasa sebelum berinvestasi.
Saham biasa adalah salah satu bentuk investasi yang paling umum. Adapun saham biasa adalah bentuk investasi berupa sertifikat bukti kepemilikan pada suatu perusahaan.
Pada umumnya, sertifikat tersebut berisi hak dan kewajiban investor dalam mengelola bisnis. Dengan melakukan investasi ini, Sobat OCBC NISP dapat memperjualbelikan saham tanpa ada jangka waktunya, lho.
Jika tertarik untuk investasi saham biasa, Sobat OCBC NISP perlu mengetahui bagaimana karakteristik, contoh, dan cara menghitungnya terlebih dahulu. Selengkapnya, yuk, baca artikel ini hingga akhir untuk mengetahui apa itu saham biasa.
Saham biasa adalah istilah yang dipakai untuk common stock. Adapun saham biasa adalah sebuah sertifikat kepemilikan di suatu perusahaan yang biasanya berisi hak dan kewajiban investor dalam mengelola bisnis.
Dengan begitu, sertifikat pada saham biasa adalah bentuk sekuritas yang memungkinkan investor untuk membeli sebagian kepemilikan aset di suatu perusahaan.
Selain itu, saham biasa adalah jenis stock yang mampu bertahan dalam jangka panjang dan tergolong lebih unggul daripada obligasi ataupun preferen.
Oleh sebab itu, perusahaan banyak menerbitkan sekuritas ini serta memberi keleluasaan kepada pemegang saham untuk memilihnya.
Adapun, ketika memegang saham biasa di suatu perusahaan, investor akan memiliki berbagai hak.
Pada umumnya, hak yang bisa digunakan pemegang saham biasa adalah menyuarakan pendapatnya dalam mengambil berbagai keputusan di perusahaan. Kemudian, perlu dipahami juga bahwa menjadi pemegang saham biasa memiliki risiko.
Jika perusahaan sedang rugi, investor tidak akan menerima dana sampai kreditur, pemilik obligasi, serta pemegang saham preferen mendapat bagiannya.
Pada umumnya, terdapat tiga karakteristik saham biasa yang perlu diketahui. Adapun tiga hal yang menunjukkan karakteristik saham biasa adalah sebagai berikut.
Hasil yang diberikan untuk pemegang saham biasa ditentukan berdasarkan kebijakan di suatu perusahaan.
Investor saham biasa baru akan berpeluang mendapatkan dividen setelah pemegang saham preferen memperoleh bagiannya. Namun, perlu dipahami, tidak semua perusahaan akan memberikan dividen kepada investor saham biasa.
Baca juga: 8 Cara Main Saham bagi Pemula untuk Minimilkan Risiko
Seperti disinggung sebelumnya, investor mempunyai hak suara ketika perusahaan akan mengambil keputusan.
Misalnya, pemegang saham biasa dapat menggunakan hak suaranya dalam memilih dewan direksi hingga menentukan berbagai aktivitas bisnis perusahaan.
Pada umumnya, saham biasa kemungkinan selalu tersedia dan dapat dibeli kapan saja. Dengan begitu, pemilik modal lebih mudah memilih saham biasa untuk diinvestasikan.
Sebagai investor, Sobat OCBC NISP mungkin mengetahui bahwa ada jenis saham biasa dan preferen. Tentunya, kedua jenis saham tersebut memiliki beberapa perbedaan.
Berikut ini adalah hal-hal yang menunjukkan perbedaan saham biasa dan saham preferen.
Jika memiliki saham preferen, investor dapat mengubah jenisnya menjadi common stock sesuai tanggal yang ditentukan. Sementara itu, pemegang saham biasa tidak dapat melakukannya.
Adapun hal ini bisa menimbulkan kerugian atau keuntungan bergantung perbedaan nilai dividen sahamnya.
Ketika bisnis berpotensi bangkrut, pemilik saham preferen biasanya mempunyai kesempatan lebih besar untuk mengklaim asetnya.
Setelah pemilik saham preferen memperoleh haknya, pemegang saham biasa baru dapat mengajukan klaim tersebut.
Pada umumnya, pemegang saham preferen memperoleh dividen terlebih dahulu. Selain itu, jumlah bagi hasilnya sudah ditentukan.
Sementara itu, pemegang saham biasa akan menerima sisanya berdasarkan keputusan petinggi perusahaan.
Berdasarkan jenisnya, terdapat tiga contoh saham biasa yang dapat dipilih oleh investor. Adapun contoh-contoh saham biasa adalah sebagai berikut.
Contoh pertama dari saham biasa adalah income stocks. Pada umumnya, nominal dividen untuk income stocks relatif tinggi tetapi tidak teratur.
Selain itu, investor income stocks dapat memperoleh penghasilan tanpa menjual sahamnya.
Baca juga: 7 Cara Memilih Saham Layak Investasi Jangka Panjang, Simak!
Contoh selanjutnya adalah blue chip stocks. Adapun blue chip stocks adalah jenis saham yang dimiliki perusahaan bereputasi baik dan stabil bertumbuh.
Biasanya, pemberian dividen tidak terlalu besar tetapi teratur selama jangka waktu yang cukup panjang.
Sementara itu, harganya cukup stabil serta tidak rentan terhadap perubahan nilai di pasar saham.
Contoh lainnya dari saham biasa adalah growth stocks. Biasanya, growth stocks diterbitkan perusahaan yang mempunyai tingkat pertumbuhan pesat.
Walau riwayat pertumbuhannya tidak menjanjikan, apresiasi harga saham ini tergolong berpotensi baik. Namun, risiko berinvestasi dengan saham ini relatif lebih tinggi daripada yang lainnya.
Jika ingin membeli saham biasa, Sobat OCBC NISP tentu harus mengetahui cara membelinya.
Sebaiknya, tempat pembelian saham biasa adalah pasar modal atau swasta yang terintegrasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari kerja.
Walaupun demikian, beberapa investor memilih melakukan pembelian saham biasa melalui broker. Ketika menggunakan broker, investor akan dikenakan beban biaya berdasarkan kesepakatan.
Ketika memiliki saham biasa, Sobat OCBC NISP perlu mengetahui perkiraan cara menghitungnya. Adapun cara menghitung bagi hasil saham biasa adalah sebagai berikut.
Walaupun tidak bisa dikatakan akurat, Sobat OCBC NISP dapat memperkirakan nilai buku dari saham biasa dengan cara itu.
Pasalnya, nilai buku ditentukan berdasarkan aset perusahaan. Namun, untuk mengetahui dividen secara keseluruhan, terdapat nilai pasar saham yang akan didorong oleh para investor sendiri.
Demikian sejumlah informasi mengenai saham biasa, mulai dari pengertian hingga cara menghitungnya.
Adapun investasi saham dapat membantu merencanakan keuangan di masa depan. Untuk merencanakan masa depan yang lebih baik, Sobat OCBC NISP bisa menggunakan berbagai layanan produk investasi dan proteksi!
Di OCBC NISP, terdapat berbagai pilihan produk investasi, mulai dari reksa dana, obligasi, structured product, valuta asing, proteksi, hingga tabungan emas.
Dengan berbagai pilihan tersebut, Sobat OCBC NISP dapat menyusun strategi investasi sesuai kesanggupan dan kebutuhan. Jadi, merencanakan masa depan juga akan makin mudah. So, tunggu apalagi? Yuk, segera berinvestasi bersama OCBC NISP!
Baca juga: Apa itu Fraksi Harga Saham? Yuk, Pahami Sebelum Transaksi